Senin, 14 Januari 2019

[Kumpulan Kata] Hujan - Tere Liye

 "Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa." (Hal. 63)
Asssalamu'alaikum~
Hai... 
Di awal tahun ini saya kembali membaca ulang salah satu novel favorite saya yaitu novel Hujan karye Tere Liye. Postingan kali ini tidak akan berisi review atau resensi dari novel ini, melainkan saya akan memposting beberapa quotes yang terdapat di buku ini. Sebenarnya kalau kalian mencari kumpulan quotes dari Tere Liye bisa langsung berkunjung ke facebook beliau, karena beliau secara rutin memposting quotes yang ada di buku-bukunya lhoo dengan tambahan foto yang cantik dan menarik. Silahkan di cari dan cek sendiri yaa.. 😁

Oh iyaa, jika ingin membaca review saya mengenai novel ini bisa di cek ke sini yaa → [Resensi Novel] - Hujan 😊

"Umat manusia sejatinya sama seperti virus. Mereka berkembang biak cepat menyedot sumber daya hingga habis, kemudian tidak ada lagi yang tersisa. Mereka rakus sekali. Maka seperti virus, hanya obat paling keras yang bisa menghentikannya." (Hal. 16)
"Mengobati kesedihan dengan berbuat baik." (Hal. 157)
"Esok selalu percaya bahwa teknologi bisa menaklukkan apa pun. Tapi bagaimana teknologi akan mengalahkan ambisi rakus manusia? Ketika mereka akhirnya tidak mau mengalah dan saling merusak." (Hal. 181)

"Aku tahu betapa sesaknya rasa sakit itu. Setiap hela nafas. Setiap detik. Laksana ada beban yang menindih hati kita. Tangisan membuatnya semakin perih. Ingatan itu terus kembali, kembali, dan kembali. Kau tidak berdaya mengusirnya, bukan?". (Hal. 196)

"Jangan pernah jatuh cinta saat hujan, Lail. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu." (Hal. 200)

"Lail, kamu tahu kenapa kita mengenang banyak hal saat hujan turun?
Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air hujan dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya." (Hal. 201)

"Kamu tahu, Lail, ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela napas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. ..." (Hal. 205)

"Hidup ini juga memang tentang menunggu, Lail. Menunggu kita untuk menyadari, kapan kita akan berhenti menunggu." (Hal. 228)

"Orang kuat itu bukan karena dia memang kuat, melainkan karena dia bisa lapang melepaskan ..." (Hal. 228)

"Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian." (Hal. 225)

 "Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta." (Hal. 256)

"Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan." (Hal. 288)

"... Sebenarnya hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri." (Hal. 299)

"Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi maslahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan." (Hal. 308)

"Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan, tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami." (Hal. 317)
 
Sumber images : https://www.vecteezy.com/vector-art/182465-hand-lettering-thank-you-flowery-vector

Terimakasih Lail dan Esok untuk perjalanan di novel Hujan nya, saya tidak pernah bosan membaca kisah fiksi ini. Saya selalu merindukan kalian. 😊
Sekian kumpulan kata dari novel hujan. 
Semoga menikmatinya. 
Mohon maaf jika kurang berkenan. 
See You~~~~~ :'))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar