Senin, 20 Februari 2017

[Resensi Novel] Love in City of Angels – Irene Dyah

[Identitas Buku]  
Judul Buku    : Love in City of Angels  
Penulis          : Irene Dyah  
Editor           : Donna Widjajanto  
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama  
Cetakan        : Cetakan Ke-1  
Tahun Terbit : 2016  
Halaman       : 210 Halaman  
ISBN           : 978-602-03-3491-2  
Harga           : Rp. 58.000,- (sebelum diskon via http://www.gramedia.com/conf-love-in-city-of-angels.html) 
My Rating     : 4 / 5 *
****
[Sinopsis]
"Memori Ajeng terlalu berharga untuk menyimpan data para pria. Dia sosok lajang mandiri yang anti jatuh cinta. Penasaran saya akan kisahnya!" -Lucty G.S. Blogger buku & pustakawan sekolah- 

Ajeng
Gadis kota yang bisa sangat bitchy dalam banyak hal, terutama pernikahan. Baginya, cinta cuma mitos.

Yazan Khan
Malaikat, Master Yoda, si Poker Face. Ketenangannya menemani Ajeng membeli test pack, setenang saat ia menyelinapkan bunga di tangan gadis itu. Pendek kata, mengerikan.

Earth
Pria yang berisiko membuatmu lupa segala, termasuk namamu sendiri.

Cheetah
Mamalia yang sebaiknya tidak disebut-sebut di depan Ajeng.

Ibu
Dicurigai sudah kehilangan akal sehatnya karena mau menerima kembali pecundang itu.

Masjid Jawa di Bangkok
Tempat kisah-kisah bermula.

Krung Thep alias City of Angels alias Bangkok
Di kota ini, terlalu tipis batas antara iman dan godaan. Ajeng lebih suka menyebutnya The Sin City.  
****

Sabtu, 18 Februari 2017

[Resensi Buku] Journey to Andalusia – Marfuah Panji Astuti

[Identitas Buku]
Judul Buku : Journey to Andalusia
Penulis       : Marfuah Panji Astuti
Penerbit     : Bhuana Ilmu Populer
Cetakan     : Cetakan Ke-1
Tahun Terbit : 2016
Halaman    : 190 halaman
ISBN         : 978-602-394-391-3
Harga         : Rp.115.000,- (sebelum diskon di http://www.gramedia.com)
My Rating   : 4 / 5 bintang
****
[Sinopsis]
“Andalusia itu di Turki, ya?”

Tidak banyak generasi muda Muslim yang masih mengetahui jejak sejarah Andalusia. Sebenarnya, Andalusia adalah sejarah yang paripurna, negeri sejuta cahaya, tempat segala hal hebat berawal. Islam pernah menyinari negeri itu dengan ilmu pengetahuan, peradaban, dan kemanusiaan selama 800 tahun. Lebih dari 2/3 sejarah Islam ada di sana.

Kalkulus, algoritma, trigonometri, aljabar, adalah hasil pemikiran ilmuwan muslim bagi kemajuan peradaban. Tanpa penemuan-penemuan itu, tidak akan ada revolusi digital yang kita nikmati saat ini. Catatan perjalanan ini bukan sekedar menjelaskan bahwa Islam pernah berada di Andalusia, wilayah yang kini bernama Spanyol, Portugal, dan sebagian Prancis – bukan di Turki- tapi juga mengingatkan bahwa benderang itu bersumber dari Islam.

Apakah Cordoba masih berpendar cahaya? Seperti apa Mezquita? Semolek apa istana Alhambra? Semua jawabannya ada di dalam catatan ini.
****
[Resensi]


“Nama Thariq Ibn Ziyad selalu dikaitkan dengan peristiwa pembakaran kapal-kapal di Jabal At-thariq (Gunung Thariq), yang kemudian dilafalkan menjadi Gibraltar. Syahdan setelah berlabuh, kapal-kapal yang membawa pasukannya diperintahkan untuk dibakar. Hanya ada dua pilihan untuk pasukannya; tenggelam di lautan yang ada di belakangnya atau menghadapi pasukan musuh yang ada di depan. Peristiwa yang tidak pernah terjadi itu dituturkan dari generasi ke generasi sehingga dipercaya sebagai sebuah kebenaran.” (Hal. 58)