Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tere Liye. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Januari 2019

[Kumpulan Kata] Hujan - Tere Liye

 "Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa." (Hal. 63)
Asssalamu'alaikum~
Hai... 
Di awal tahun ini saya kembali membaca ulang salah satu novel favorite saya yaitu novel Hujan karye Tere Liye. Postingan kali ini tidak akan berisi review atau resensi dari novel ini, melainkan saya akan memposting beberapa quotes yang terdapat di buku ini. Sebenarnya kalau kalian mencari kumpulan quotes dari Tere Liye bisa langsung berkunjung ke facebook beliau, karena beliau secara rutin memposting quotes yang ada di buku-bukunya lhoo dengan tambahan foto yang cantik dan menarik. Silahkan di cari dan cek sendiri yaa.. 😁

Minggu, 17 Desember 2017

[Resensi Novel] Sang Penandai - Tere Liye



[Identitas Buku]
Judul Buku        : Sang Penandai
Penulis               : Tere Liye
Penerbit              : Republika Penerbit
Cetakan              : Cetakan Ke-9
Tahun Terbit       : November 2016
Halaman             : 295 Halaman
ISBN                  : 978 - 6029 - 888 - 324
Rating                 : 3.5 / 5 💫
****
[Blurb]
Duhai, apakah kau akan memilih mati ketika cinta sejatimu tidak terwujudkan? Ataukah hanya bisa memeluk lutut, menangis tersedu, bersembunyi di balik pintu seperti anak kecil tidak kebagian sebutir permen? 

Senin, 26 Desember 2016

[Resensi Novel] Tentang Kamu – Tere Liye



[Identitas Buku]
Judul Buku      : Tentang Kamu
Penulis             : Tere Liye
Editor              : Triana Rahmawati
Penerbit           : Republika Penerbit
Cetakan           : Cetakan Ke-1
Tahun Terbit    : Oktober 2016
Halaman          : 524 halaman
ISBN               : 978-602-08-2234-1
Harga              : Rp. 79.000,- (sebelum diskon di http://bukurepublika.id/products/detail/279/Tentang-Kamu)
My Rating       : 5 / 5 *
 ***** 
[Resensi]
“Apa harta yang akan dibawa mati saat kita meninggal?”

Zaman menjawab pendek, “Tidak ada, Sir, selain apa-apa yang kita belanjakan untuk kebaikan. Sisanya akan ditinggalkan, bahkan diperebutkan.” (Hal. 430)


Zaman Zulkarnaen adalah seorang pengacara di firma hukum Thompson & Co. Firma hukum ini berada di bidang heir hunters, yaitu firma hukum yang secara khusus menangani masalah harta yang ditinggalkan tanpa wasiat. Heir hunters lebih mirip detektif meskipun mereka seorang lawyer, karena mereka bertugas untuk mencari ahli waris yang tepat dari harta yang ditinggalkan, yang kemudian akan memberikan penyelesaian terhadap harta waris tersebut dengan seadil-adilnya.
Hari itu, Zaman tidak menyangka jika dirinya mendapatkan sebuah tugas unik sekaligus memusingkan, bagaimana tidak unik, jika kliennya ini meninggal di sebuah panti jompo di Paris, terlihat biasa saja bukan?. Namun, pada kenyataannya kliennya ini mewariskan aset berbentuk kepemilikan saham senilai satu miliar poundsterling, atau setara 19 triliun rupiah. Dengan warisan sebanyak itu, dia lebih kaya dari ratu Inggris. Lalu, mengapa justru Ia berakhir di sebuah panti jompo sederhana di kota Paris? Dan yang menjadikan kasus ini menjadi sangat unik untuk Zaman adalah kenyataan bahwa kliennya merupakan orang Indonesia, negara asal Zaman. Sedangkan, fakta yang membuat Zaman pusing adalah kenyataan bahwa sang klien tidak meninggalkan surat wasiat kepada Thompson & Co.
“… Firma hukum kita hanya menyimpan surat keterangan jika wanita tua ini adalah pemilik sah 1% surat saham di perusahaan besar. Surat keterangan itu dititipkan beberapa tahun lalu oleh pihak ketiga, melalui pos. … Thompson & Co. diberikan mandat untuk menyelesaikan harta warisan wanita tua ini seadil-adilnya sesuai hukum yang berlaku.” (Hal. 13)


Selasa, 01 November 2016

[Curhat] Weekend Bersama Tere Liye - Launching Novel Tentang Kamu


Assalamu'alaikum~
Hai hai, Helloooooo~
Minggu, 30 Oktober 2016..
  Pada hari tersebut saya mengikuti acara Meet&Greet dan Launching Novel Tentang Kamu bersama Tere Liye di Gramedia Central Park.. :)) 
      Dari awal Bang Tere mau merilis novel ini, saya memang sudah ingin menghadiri launchingnya jika masih memungkinkan tempatnya, berharap sih di Gramedia Matraman tapi ternyata di Gramedia Central Park. Searching di Google buat tahu letak Mall Central Park dimana, ternyata lumayan jauh, daerah Jakarta Barat heuu
  Setelah menimbang-menimbang, yaudah akhirnya tetap berangkat, dengan menyiasati kendaraannya. Setengah perjalanan menggunakan motor, dan setengah perjalanan lagi menggunakan taksi online (uber), kenapa setengah-setengan? Karena ini termasuk pusat kota Jakarta dan saya tidak tahu persis akses jalannya jika menggunakan motor. Dan memang sengaja tidak menggunakan uber dari rumah karena mahal hahaha