Sabtu, 01 Juli 2017

[Resensi Novel] With or Without You– Prisca Primasari



[Identitas Buku]

Judul Buku      : With or Without You

Penulis             : Prisca Primasari

Penerbit           : Gagas Media

Cetakan           : Cetakan Ke-1

Tahun Terbit    : 2016

Halaman          : 234 Halaman

ISBN               : 978-979-780-861-7

Harga              : Rp. 57.000,-

Rating              : 3.8 / 5 🌟

****

[Blurb]

Apa jadinya jika Gris, pria pengkhayal dan pelupa itu, hidup tanpa Tulip yang penyabar dan teratur? Dahulu, hal itu tak pernah terlintas di benaknya. Mereka saling menyayangi dan seakan telah ditakdirkan untuk saling melengkapi.

Namun, hidup selalu menyembunyikan sesuatu. Menjelang hari bahagia mereka, ketakutan diam-diam menyusup di sudut hati Gris. Kecerobohannya mungkin akan membuat Tulip pergi dari hidupnya.
 
Gris tak pernah membayangkan itu terjadi karena selama ini keinginannya tak banyak: hanya ingin membahagiakan Tulip dan tetap bersamanya. Namun, hidup selalu punya teka-teki. Apa jadinya cinta tanpa kebersamaan? Bagaimana jika itu yang terbaik yang ditawarkan hidup kepadamu? 

 Keresahan menggelayuti hati Gris. Adakah kesempatan untuk mengubah akhir cerita menjadi seperti seharusnya?
****

[Review]

“Even since I’ve met her, only good things happen.” (Hal. 215)

      
         With or Without You menceritakan kisah cinta antara Gris dengan Tulip, keduanya akan melaksanakan pernikahan tetapi justru ujian satu persatu hadir dan menguji mereka berdua. Salah satunya adalah Gris yang dipecat dari pekerjaannya, mau tidak mau sebagai seorang laki-laki, ia pasti mengalami perasaan takut karena tidak memiliki pekerjaan tetap yang dapat menjamin kelangsungan kehidupan Gris dan Tulip pasca menikah nanti. 
        Tulip kaget namun tidak membuat Gris tertekan lebih jauh lagi, Ia tetap optimis kalau Gris akan secepatnya mendapatkan pekerjaan kembali. Namun berbeda dengan ibu Tulip yang mau tidak mau resah serta cemas memikirkan anaknya yang akan menikah dengan seorang pengangguran.
      Selain Tulip dan Gris, ada juga seorang tokoh bernama Flynn yang membawa aura misterius datang secara mengejutkan, kemudian memberikan sebuah buku karya Edgar Allan Poe kepada Tulip serta Gris dan menyelipkan sebuah alamat rumah Wilhelm Beauvoir ke dalamnya. Gris ini tipe laki-laki yang menyukai buku-buku dan dunia misteri, sehingga kehadiran Flynn meksipun aneh tetap saja menjadi hal menarik bagi Gris. 
       Cerita di novel ini khas mba Prisca yang memang mahir sekali menyajikan cerita berlatar belakang dongeng dan misteri. Alur ceritanya pun jelas dan simple, pembaca diajak untuk memecahkan teka-teki yang disajikan di dalam novel ini. Sebagai pembaca, saya dibuat gregetan oleh jalan cerita di novel ini karena ingin segera tahu siapa sebenarnya Flynn dan apa maksud dari permainan yang sedang dimainkannya, ingin cepat-cepat selesai, namun saya juga paham tidak mungkin Gris yakin begitu saja untuk mengikuti permainan Flynn karena dia sendiri sedang sibuk dengan urusan mencari pekerjaan. Setting tempat novel ini menyajikan kota fiktif namun terasa manis dan horrornya pun dapat, penulis memang berhasil memasukkan unsur dongeng ke dalam cerita ini. 
        Interaksi antara Tulip dan Gris juga terjadi secara manis dan dewasa sehingga memberikan aura ketenangan bagi pembacanya.
“Gris pernah bilang, kebiasaan-kebiasaan Tulip bagaikan deretan buku yang diatur secara alfabetis, di dalam rak buku yang tidak berdebu. Teratur. Rapi. Sesuai rencana. Membosankan. 
Namun, ‘rak buku’ itu perlahan berubah setelah Gris masuk ke kehidupan Tulip. Gris menggoda Tulip dengan mengacaukan jadwal-jadwalnya, memberi kejutan, bahkan mengusulkan pergi ke tempat-tempat yang tidak pernah Tulip ketahui. Tadinya, Tulip mengira itu bencana. Ternyata tidak. ‘Rak buku’ Tulip malah terlihat lebih hidup dan semarak, seperti tebaran permen di tengah kado-kado ulang tahun.” (Hal. 15)


        Sedangkan, keberadaan Flynn di dalam novel ini memberikan warna bagi tokoh-tokoh lainnya, Flynn ini tipe laki-laki yang ngeselin tapi ngegemesin..duuh 😍

“Percuma kalian nebak-nebak. Pola pikirnya aneh, Flynn itu. Kalau mau tahu alasannya, kalian mesti Tanya sendiri. Cuma … yah … kalau lagi nggak pengin ditemui, dia nggak akan bisa ditemui. Sukanya keluyuran ke sana kemari. Tempat tinggalnya selalu pindah-pindah nggak jelas.” (Kirana – Hal. 64)



       Meskipun ada beberapa hal yang kurang saya mengerti, seperti Tim Burton karena memang saya belum pernah membaca buku karangannya Edgar Allan Poe *ampuun norak amat* 😂 , tetapi novel ini tetap layak untuk kamu baca. 
       Hal yang saya sukai dari novel ini adalah permasalahan utama antara Gris dan Tulip dapat selesai berbarengan dengan penyelesaian teka-teki yang diberikan oleh Flynn, selain itu juga tidak adanya tokoh antagonis. 
       Novel ini memberikan pembaca untuk melihat beraneka ragam bentuk mencintai dan kehilangan dari sudut pandang laki-laki. Novel ini cocok dibaca untuk kamu yang menyukai cerita dibalut teka-teki atau msiteri, serta untuk kamu yang menyukai dunia dongeng.  Selamat Membaca! : ))

“Mencintai selamanya. Mengenang selamanya.” (Tulip - Hal. 67)

“Katanya, ketika kita berpisah dengan orang yang sangat dicintai, akan muncul luka sangat parah yang menganga di hati, yang tidak akan bisa diobati kecuali kalau kita kembali kepada orang itu.” (Gris – Hal. 133)  

“Aku mempunyai nama yang bukan milikku. Orang-orang sedih ketika melihatku, karena suatu saat nanti, mereka akan berbaring sendirian bersamaku setiap hari. Apakah aku?” (Flynn- Hal. 137)



Selamat Membaca dan berimajinasi 😉



Tulisan ini diikutsertakan dalam Tantangan Baca Buku Prisca dalam #bacabukuprisca

[Resensi Novel] Heartwarming Chocolate – Prisca Primasari

[Identitas Buku]
Judul Buku      : Heartwarming Chocolate
Penulis             : Prisca Primasari
Penerbit           : Bentang Pustaka
Cetakan           : Cetakan Ke-1
Tahun Terbit    : 2016
Halaman          : 228 Halaman
ISBN               : 978-602-291-139-5
Harga              : Rp. 49.000,-
Rating             : 3.5 / 5 🌟
***
[Blurb]
What??? Marzipan tutup? Viola shock berat begitu tahu kedai minuman cokelat favorit itu tutup untuk selamanya. Karena itu, ia dan Auden –pria yang baru saja ditemuinya dan sama-sama penggemar berat Marzipan—mencari tahu alasan kedai itu bubar jalan. Ternyata Marzipan memang harus tutup karena pemiliknya akan pindah ke luar negeri.

Sebelum pergi, pemilik kedai malah memberikan tantangan kepada Viola dan Auden. Kalau pengin banget minum, kenapa tidak bikin sendiri? Shock tahap dua! Viola tidak pernah akur dengan urusan dapur, ia hanya bisa saling pandang dengan Auden.

Demi dapat merasakan lagi surga kelezatan cokelat Marzipan, Viola dan Auden jadi sering bertemu. Di tengah rasa penasaran menemukan racikan cokelat yang pas, secara perlahan Viola dan Auden mulai saling membuka diri. Sayangnya, salah seorang dari mereka terlalu jauh menyelami luka terdalam yang lainnya. Hubungan yang harusnya berlanjut hangat, terpaksa tersendat.
***
[Resensi]
          Viola sudah seperti kecanduan minuman cokelat buatan kedai Marzipan, baginya minuman tersebut adalah mood booster-nya, setelah lelah bekerja seharian, meminum cokelat Marzipan menjadi kenikmatan sendiri untuknya. Untuk mendapatkan minuman cokelat Marzipan pun membutuhkan perjuangan luar biasa, kedai ini hanya buka dari pukul 06.00 – 12.00 setiap harinya, setiap pagi harus sabar berbaris dalam antrian.
         Namun, dua hari berturut-turut Viola tidak mendapatkan mood booster-nya karena ulah Olav yang merupakan adiknya, tanpa rasa bersalah Olav meminumnya, dan hari selanjutnya Olav menyajikan minuman cokelat Marzipan milik Viola untuk Ben yang sedang bertamu ke rumahnya. Nasi sudah menjadi bubur, meskipun sudah memarahi Olav tetap saja dark chocolate milik Viola tidak akan kembali lagi. Viola pun memutuskan untuk kembali membelinya esok hari, tetapi keesokan harinya justru ia mendapatkan hal yang mengejutkan, yang membuatnya seperti kehilangan arah, ia mendapatkan kenyaataan bahwa Kedai Marzipan tutup secara permanen.
“Halo. Kami beri tahukan bahwa mulai hari ini, tanggal 13 Februari 2015, kedai Marzipan tutup untuk seterusnya. Terimakasih atas kebersamaannya selama ini. Kami sangat menghargai kunjungan Anda.
Owner Kedai Marzipan.”
(Hal. 24)

       Auden pun sangat menyukai minuman cokelat dari kedai Marzipan. Maka, Auden pun menunjukkan reaksi yang tidak jauh berbeda dengan Viola ketika tahu bahwa Marzipan tutup secara permanen. Auden dan Viola bertemu karena sama-sama menyukai minuman cokelat Marzipan, dan mereka akhirnya memutuskan untuk mencari tahu alasan kedai Marzipan tutup secara permanen dengan mendatangi pemiliknya, Bu Elisa.
       Namun, ternyata Bu Elisa justru memberikan tantangan kepada Auden dan Viola untuk membuat minuman cokelat sendiri, karena memang tidak ada pilihan lain bagi Marzipan yang memang harus tutup permanen sebab bu Elisa akan pindah ke luar negeri.
“Kata siapa? Kalian bisa tetap meminum cokelat itu, kok. Bikin aja sendiri.” (Hal. 39)
“Kalau sudah pernah mencicipi, berarti ada kemungkinan kalian mampu membuat sendiri.” (Hal. 40)

     Tantangan tersebut akhirnya diterima oleh Viola dan Auden meskipun penuh dengan keraguan, Viola sendiri tidak pernah bisa akur dengan urusan dapur, ia biasanya hanya memasak masakan instan untuk makan sehari-hari, tetapi demi mendapatkan rasa cokelat yang mirip dengan minuman cokelat Marzipan ia akan berusaha berdamai dengan dapur.
    Bu Elisa memang tidak bersedia memberitahu bahan-bahan minuman cokelat Marzipan, tetapi beliau bersedia membimbing mereka berdua seminggu sekali sebelum berangkat ke luar negeri. Demi merasakan lagi surga kelezatan minuman cokelat Marzipan, mau tidak mau Viola dan Auden jadi sering berinteraksi melalui telepon maupun pertemuan. Keduanya saling bertukar resep dan juga perlahan ada rasa yang tumbuh diantara keduanya.
“Apa pun yang dikerjakan dengan tujuan sedangkal itu, tidak akan bisa berakhir dengan manis. Kalian harus menikmati prosesnya. Menikmati eksperimen-eksperimen itu. Menikmati menghirup aroma cokelat, menikmati menuangkannya ke cangkir, merasakan cokelat yang kalian seduh.” (Bu Elisa – Hal. 65)

“Selezat apa pun bahannya, kalau kalian nggak meracik dengan sepenuh hati, hasilnya akan hambar. Dan, rasa cokelat kalian tidak akan jauh-jauh dari level ‘not bad’.” (Bu Elisa – Hal. 66)

       Rasa minuman cokelat Viola belum juga semirip Marzipan, Viola justru terjebak masalah dengan Auden dan Reagan, selain itu, orangtua Viola datang berkunjung menambah masalah yang harus dihadapi Viola. 
“Yah, Bun. Sebenarnya ada masalah apa? Kenapa tiba-tiba datang?.” (Hal. 91)
 
“… Kenapa sekarang Viola begitu sedih mengetahui Auden mungkin marah besar kepadanya, gara-gara Viola lah yang memulai drama kakak-beradik ini?.” (Hal. 165)
***
      Heartwarming Chocolate adalah novel ketiga dari seri Yummylit yang saya baca. Saya suka jalan cerita yang disajikan oleh seri Yummylit, menggabungkan konsep makanan ke dalam cerita kehidupan sehari-hari. Heartwarming Chocolate sesuai dengan judulnya, kali ini pembaca diajak untuk menjelajah bersama cokelat.
       Awalnya saya mengira pembaca akan diajak untuk menikmati cerita romantis antara Viola dan Auden, tetapi ternyata saya salah. Novel ini justru menurut saya lebih kental tema kekeluargaannya, meskipun begitu, saya menyukai jalan ceritanya, karena cinta memang tidak melulu mengenai tokoh utama saja, di sini banyak bentuk cinta yang ditampilkan.  Cerita romance-nya pun mengalir dengan sederhana dan tidak dipaksakan, beriringan dengan penyelesaian permasalahan keluarga yang membelit tokoh utamanya.
      Alur cerita menggunakan alur maju, sesekali menggunakan flashback untuk mempertegas beberapa kejadian. Karakter di dalam novel ini berkembang sesuai dengan alur, Viola memiliki karakter sebagai perempuan yang kuat dan sosok perempuan yang pengertian. Auden digambarkan sebagai karakter laki-laki yang tertutup tetapi memiliki hati yang baik. Sedangkan Bu Elisa memiliki karakter khas keibuan yang cocok sekali berada diantara Viola dengan Auden sebagai penghubung mereka. Ada juga Reagan yang memiliki karakter tidak jauh berbeda dengan Auden. Sedangkan Olav memiliki karakter yang ceplas ceplos dan suka sekali berbuat ulah menjaili sang kakak.
        Saya menyukai  bagaimana hangatnya hubungan persaudaraan yang terjalin antara Viola dengan Olav, meskipun seringkali berantem seperti kucing dan tikus serta terkesan tidak akur, tetapi saya justru merasakan bahwa keduanya saling menjaga dan melindungi sebagai kakak dan adik. Oh iya, di awal cerita saya mengira kalau Olav ini adalah perempuan, tetapi ternyata laki-laki 😅 Naah, makanya hubungan antara Viola dengan Olav menjadi hal yang saya suka karena mirip seperti hubungan antara saya dan adik saya yang tidak jauh berbeda seperti mereka berdua.😊
         Oh iya, ada satu bagian yang kurang sreg buat saya yaitu saat Viola tidak sengaja mengirimi Auden email, hmm agak maksa aja bagian itu kalau menurut saya. Tapi tenang saja, bagian lainnya cukup menjanjikan koq dan bagus sehingga novel ini memang layak untuk dibaca, apalagi buat kamu yang sangat menyukai cokelat.
       Membaca novel ini membuat saya ingin membuat minuman cokelat sendiri, benar-benar deh berhasil mempengaruhi pembaca untuk segera menikmati secangkir cokelat panas ataupun cokelat dingin 😋. Penulis juga menyajikan beberapa resep percobaan cokelat yang dilakukan oleh Auden dan Viola, juga mencantumkan beberapa website yang menampilkan resep untuk membuat minuman cokelat. 


Selamat Membaca. Jangan lupa siapkan secangkir minuman coklatmu yaa~
 
 
Tulisan ini diikutsertakan dalam Tantangan Baca Buku Prisca dalam #bacabukuprisca

Selasa, 20 Juni 2017

4 Tahun Bersama Hipertiroid

Letak Kelenjar Tiroid
          Kelenjar Tiroid merupakan kelenjar endokrin berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher tepat di bawah jakun. Kelenjar ini memproduksi hormon yang dapat memengaruhi setiap sel, jaringan, dan setiap organ tubuh, serta berperan penting dalam sistem metabolisme tubuh. Hormon tersebut akan membantu tubuh untuk menggunakan energi agar tetap hangat, serta membuat otak, jantung, otot, dan organ lainnya bekerja sebagaimana mestinya. Gangguan tiroid banyak jenisnya ada hipotiroid, hipertiroid, Graves Disease, Hashimoto Disease, Gondok, Kanker Tiroid, dan sebagainnya. 

          Jika kita mengalami gangguan tiroid, maka metabolisme tubuh akan sangat terpengaruh. Jika kamu dapat merasakan adanya benjolan di leher, berarti kemungkinan kelenjar tiroid kamu mengalami gangguan, apalagi jika tumbuhnya cukup besar, dengan tanda-tanda seperti; Bengkak atau rasa kencang di leher, Sulit bernapas, Sulit menelan, Batuk, Napas mengeluarkan suara bersiul, dan Suara serak. Tapi tunggu dulu, tenanglah, dan jangan panik, untuk memastikannya kamu perlu memeriksakan diri lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam bagian endokrin. 

        Proses diagnosis penyakit tiroid membutuhkan beberapa langkah pemeriksaan yang mendetail. Jenis pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan darah, USG, pemindaian dengan isotop radioaktif, serta biopsi melalui aspirasi jarum halus. Tes darah yang dianjurkan adalah evaluasi fungsi kelenjar tiroid. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur kadar hormon tiroid dan TSH (thyroid-stimulating hormone) guna menentukan kondisi hipertiroidisme atau hipotiroidisme yang dialami oleh pasien. Dari pemeriksaan USG dan pemindaian isotop radioaktif, dapat diketahui ukuran serta jenis benjolan yang dialami pasien. Sementara dengan biopsi melalui aspirasi jarum halus dapat diketahui jenis sel yang ada dalam benjolan. (http://www.alodokter.com/penyakit-tiroid)  

      Naah, jika sudah mengetahui jenis gangguan tiroid yang dialami, barulah dokter akan menentukan pengobatan yang harus dilaksanakan oleh pasien. Seringkali gangguan tiroid membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk proses pengobatan, sehingga pasien harus bersabar dan harus benar-benar menemukan dokter yang membuatnya nyaman. : ))

Pita Tosca
       Oh iya, di Indonesia ada lhoo komunitas dan support group untuk penderita gangguan tiroid, namanya Pita Tosca. Pita Tosca adalah support group dan tempat berkumpul serta berbagi informasi bagi pejuang kesehatan tiroid di Indonesia. Pita Tosca dibentuk pada Oktober 2014 oleh dua perempuan muda pejuang kanker tiroid, yaitu Astriani Dwi Aryaningtyas dan Bunga Ramadani. Salah satu misi utama Pita Tosca adalah mendampingi pejuang tiroid dalam bentuk dukungan psikologis, memberi informasi yang tepat seputar kesehatan tiroid dan pengobatannya, serta memperkenalkan dan melakukan edukasi kesehatan tiroid secara lebih luas ke masyarakat Indonesia. (https://tiroidpitatosca.wordpress.com/perihal/)
****


[Curhat]
Waaaah...
Ternyata sudah empat tahun saya bersama hipertiroid. :'))
Bagaimana perasaan saya? Sepertinya sudah terbiasa hidup bersama hipertiroid ini. Tubuh saya juga sudah mulai terbiasa, saya sudah jauh lebih paham ketika tubuh saya mulai lelah, maka saat itu harus beristirahat, ketika saya mulai demam maka saat itu pun saya harus mengontrol diri untuk tidak beraktivitas. Intinya sih sudah mulai sadar diri. :'D

Di awal memasuki tahun keempat bersama hipertiroid, dokter saya memang berganti karena pak dokter yang sudah tiga tahun menemani harus pensiun dan digantikan oleh bu dokter, berbeda dokter maka akan berbeda treatment, saya pun mengalami siklus check up yang berbeda, yaitu dari dua bulan sekali menjadi sebulan sekali.

Mulanya saya rajin, iya rajin banget tetapi akhirnya saya menyerah :'D Saya tidak sanggup menjalani check up sebulan sekali karena sangat memakan waktu dan tentunya biaya yang lumayan mahal :'D *please jangan ditiru* Naah, akhirnya tidak terasa kalau saya sudah setahun ini tidak melakukan check up, termasuk tidak melakukan cek darah, tetapi saya masih minum obat. 

Lho koq bisa? Iyalah bisa, karena obat saya memang banyak stoknya, saya selalu punya stok lebih karena meminumnya terkadang tidak sesuai aturan, makanya sampe sekarang masih punya obatnya sekalipun tidak check up.. Dan lagi-lagi tindakan ini sangat tidak baik untuk ditiru.. -___-

Dan selama setahun ini saya ngapain aja? Nyelesaiin skripsi, kerja, dan baca novel :'D
Saya benar-benar melupakan aktivitas check up.. Tapi yaa beberapa kali memang masih sering drop tetapi masih bisalah diatur. Saya pasti akan kembali check up meskipun belum tahu akan mulai kembali kapan, satu hal yg pasti saya masih berharap dapat sembuh total dari hipertiroid. Aamiin~ 
Nah, kalau mau sembuh total pastinya harus check up kembali, usaha harus sejalan dengan keinginan bukan? :'D

Satu hal yang pasti buat kamu para pejuang tiroid, tetaplah yakin kalau kesembuhan pasti akan menghampiri, tetaplah kuat. Tetap rajin secara berkala memeriksa darah & hormon TSHs, jangan seperti saya -__- Saya sebenernya penasaran sih sm hormon TSHs saya sekarang ini, apakah tinggi, rendah, atau justru stabil.
Naah, karena saya setahun terakhir tidak check up, maka sekalinya nanti check up pun harus memulai dari awal kembali huehehe
Makanya saya berharap semoga tetap baik-baik saja memasuki tahun kelima bersama Hipertiroid~~~

Haiii, Hiper~~~
Terimakasih karena setahun terakhir sudah bisa diajak kompromi, semoga kita bisa terus bekerjasama hingga kamu menjadi normal kembali..

Jangan lupa bahagia, karena kebahagianlah kunci dari kesehatan. 

Jangan stress karena stress hanya akan membawa penyakit untuk datang ke tubuh kita : )) 
Sekian catatan curhat dari saya di tahun ke-4 bersama hipertiroid~~
See you!!


Baca juga curhatan saya bersama Hipertiroid disetiap tahunnya~

Minggu, 14 Mei 2017

[Resensi Novel] Seruni – Almas Sufeeya



[Identitas Buku] 
Judul Buku : Seruni 
Penulis       : Almas Sufeeya 
Penerbit     : Republika Penerbit
Cetakan     : Cetakan Ke-1
Tahun Terbit : Februari 2017
Halaman     : 239 Halaman
ISBN         : 978-602-0822-39-6
Harga         : Rp. 44.000,- (setelah diskon 20% via http://bukurepublika.id/products/detail/284/Seruni )
My Rating  : 3 / 5 *
***
[Blurb]
Seruni tak menyesal meninggalkan segala hal yang menjadi tumpuan hidupnya selama bertahun-tahun di negeri sakura. Karena ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, ia tidak akan menunda atau menunggu untuk bisa kembali ke Indonesia demi seseorang yang amat dirindukan. Meskipun harus menempuh jalan yang panjang, sukar, dan terjal. Ia siap menanggung segala konsekuensi asalkan bisa bertemu dengan orang itu.
  
Ada sebuah misi besar yang membuat Seruni jauh-jauh datang ke Indonesia. Ia tahu bahwa tindakannya ini bisa menghancurkan dirinya, tapi Seruni sudah siap menanggung segala risiko.

Tak ada jalan kembali. Rahasia, luka, dendam, dan kebohongan yang terkubur selama bertahun-tahun pelan-pelan akan terkuak.

Lalu, sebuah hal yang tak diduga terjadi dan meluruhkan seluruh tekad Seruni, memaksanya untuk mundur. Lalu, apa yang akan dilakukan Seruni? Menuntaskan misi atau menundanya? Atau justru menghentikannya saat itu juga? 
***

Selasa, 09 Mei 2017

Perjalanan Bersama Literacy Awards 2017 - Part 3

25 Finalis Literacy Awards
           Perjalanan bersama Literacy Awards by Baznas dan Republika memasuki hari terakhir dan ternyata belum benar-benar berakhir.  
Tanggal 1 Mei 2017, 
        Hari ini merupakan hari yang cukup mendebarkan untuk seluruh finalis, karena setiap finalis akan mempresentasikan program yang kemudian dinilai oleh dewan juri. Tim dewan juri terdiri dari 3 orang, yaitu Ir. Mintarti M.Si dari P2 SDM, LPPM IPB (Penggerak 170 posdaya binaan IPB), Syahruddin El Fikri (Kepala Redaksi Republika Penerbit), dan Ahmad Fikri (Direktur Baznas Tanggap Bencana, Kepala Bagian Kemanusiaan Baznas).

Senin, 08 Mei 2017

Perjalanan Bersama Literacy Awards 2017 - Part 2

         Postingan ini masih merupakan lanjutan dari cerita Perjalanan Saya Bersama Literacy Awards 2017 By Baznas &  Republika, semoga masih berkenan untuk membaca~ 
Cerita sebelumnya, bisa dilihat di sini.  

Tanggal 29 April 2017, 
     Sebagian besar acara hari ini adalah "acara bebas" 😅 . Acara bebas yang dimaksudkan adalah menunggu seluruh peserta tiba di tempat acara yaitu di SMP Cendekia Baznas di daerah Cirangkong, Cibungbulan, Kab.Bogor. Tempat acara berada di gedung asrama putri, saya satu kamar dengan Bu Elys dan Bu Heni yang berasal dari Binjai, Mba Dessy dari Depok, dan Mba Maya dari Jakarta. :))

Jumat, 05 Mei 2017

Perjalanan Bersama Literacy Awards 2017 - Part 1

Assalamu'alaikum~
Haiiii ....

     Postingan kali ini saya akan menceritakan perjalanan dan pengalaman saya ketika mengikuti serangkaian kegiatan Literacy Awards 2017 yang diadakan oleh Baznas & Republika selama 3 hari 2 malam, yaitu pada tanggal 29 April 2017 - 1 Mei 2017. Naah, postingan ini akan saya bagi menjadi beberapa part. Part 1 ini akan berisi perjalanan awal saya mengenal Literacy Awards 2017 hingga menjadi 25 besar.